Dirikan Dinasti Anjing, Wanita Ini Didakwa

Foto : Tempat tinggal Amanda (Daily Mail)LONDON - Seorang wanita yang bekerja di sebuah penjara didakwa setelah dirinya dipergoki memiliki 60 ekor anjing di rumahnya yang tidak dialiri listrik dan air.

Amanda Hammond didakwa setelah The Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA) menemukan anjing-anjing milik Amanda berkeliaran di dekat rumahnya, yang terletak di Northall, Inggris.

Setiap ruangan di rumah Amanda dikabarkan tidak dialiri oleh air dan listrik. Rumah itu juga dipenuhi dengan kotoran anjing. Amanda akhirnya mengaku bersalah karena tidak sanggup merawat anjing-anjingnya. Dirinya juga didakwa karena memelihara anjing di lingkungan yang tidak higenis. Demikian seperti diberitakan Daily Mail, Sabtu (5/11/2011).

Amanda berhasil lolos dari penjara dengan membayar tebusan. Dirinya pun diperintahkan untuk bekerja sosial selama 200 jam tanpa bayaran.

Pengadilan mengatakan, seluruh anjing milik Amanda hidup dalam kandang dan sebagian lainnya di dalam rumahnya. Anjing-anjing itu dibiarkan untuk berkeliaran ke jalan atau ke ladang pertanian yang terletak di dekat rumahnya.

Pada awalnya, wanita yang bekerja di Penjara Woodhill ini hanya memelihara tiga anjing. Ketiga ekor anjing itu diselamatkan oleh dirinya. Namun saat RSCPA mengunjunginya pada Juni lalu, Amanda sudah memiliki 30 hingga 35 ekor anjing.

Amanda menyatakan, dirinya prihatin karena melihat banyaknya anjing yang liar dan Amanda pun bertekad untuk menyelamatkan anjing-anjing tersebut.

Anjing-anjing milik Amanda juga tidak dikebiri, alhasil anjing itu terus melahirkan anak-anaknya. Amanda pun tampak sedang mendirikan dinasti anjing.

Saat Amanda membawa anjing-anjing itu ke rumahnya, anjing itu tidak terurus dan mereka pun sakit dan menunjukkan sikap agresifnya. Amanda bahkan lupa, berapa anjing yang dimilikinya.

RSCPA sebelumnya menawarkan bantuan ke Amanda untuk merawat anjing-anjingnya, namun wanita itu menolak. Saat situasi sudah tidak dapat terkontrol, Amanda pun didakwa.

0 komentar:

Post a Comment

silahkan berkomentar